SYUKUR DALAM PSIKOLOGI ISLAM DAN KONSTRUKSI ALAT UKURNYA

Ahmad Rusdi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep syukur dalam psikologi Islam dan konstruksi alat ukurnya. Berdasarkan studi literatur, syukur adalah rida atas nikmat Allah dan beramal atasnya. Syukur yang berbentuk rida dengan hati dan mengetahui dengan ilmu (ma’rifah al-ni’mah) merupakan dimensi internal dari bersyukur (al-shukr al-dākhiliah). Tidak cukup dikatakan bersyukur tanpa adanya respon berupa tindakan eksternal (al-shukr al-khārijiyah) baik secara lisan maupun perbuatan. Dua dimensi tersebut telah ditemukan juga dengan analisis faktor. Konsistensi alat ukur ini berdasarkan Cronbach Alpha sebesar 0,855, berdasarkan Guttman Split Half Coeffecient sebesar 0,836. Validitas kriteria dari alat ukur ini ditunjukkan dari korelasinya dengan sabar (0,637), kanaah (0,490), kemaafan (0,620), rida (0,684), dan tawakal (0,597). Diperlukan studi lanjut mengenai alat ukur ini, khususnya untuk menambah jumlah responden dan melakukan analisis faktor konfirmatori. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyususnan alat ukur memerlukan beragam teori mengenai dimensi sehingga lebih mudah disesuaikan dengan hasil empirik. Kata Kunci: syukur, skala, instrumen, alat ukur, psikologi Islam.

Leave a Reply